Senin, 23 November 2009

Soulmate (Sekuel Seperti Venus)

Di kejauhan sana, titik-titik kuning menyala bergerombol di hamparan kegelapan. Kegelapan yang mengaburkan garis pemisah antara pantai dan langit. Titik-titik itu membentuk siluet perahu nelayan yang mungkin baru saja berangkat berburu ikan. Sungguh indah bagiku. Dua warna saling kontras, seperti lukisan dalam kanvas berlatar hitam pekat. Bis masih melaju menyusur pantai utara yang meramai saat malam. Kaca jendela memburam terkena titik hujan yang baru saja reda. Kapal itu semakin tergeser, dari kanan menuju kiriku, dan akhirnya...

Rabu, 11 November 2009

Seperti Venus (1)

Fiksi (1) Dia seperti Venus. Venus yang kadang terlihat jelas di langit timur kala subuh. Kadang seolah tak tampak meski dia tak pernah menghilang. Di lain waktu, dia akan terlihat kala senja di langit barat. Mengintip di sebalik matahari yang meredup. Dia begitu indah meski jauh. Mungkin justru begitulah caranya menjadi indah, dengan membentangkan jarak ribuan mil yang mustahil dapat kutempuh. Begitu pula perempuan itu, yang sebenarnya selalu ada di sekitarku namun tak pernah benar-benar dekat. Aku tak pernah tahu, alasan...

Bintang

July 31st, 2005 Dalam keterdiaman aku bertanya, mengapa bintang dan kita teramat jauhnya. Hanya sinarnya yang sampai setelah menempuh ribuan tahun cahaya. Lantas dalam keterdiaman aku merasa teramat berjarak dengannya. Menerbitkan ingin yang hanya dibawa angin dalam mimpi tanpa judul : Betapa aku ingin menggegamnya dalam damai memiliki. (Namun siapa memiliki siapa, toh kita sebenarnya tak pernah memiliki apaapa.) Arkian, Aku menatap dalam keterpesonaan penuh. Bahwa jaraklah yang membuat bintang terlihat indah. Mungkin lebih...

Senin, 09 November 2009

Ketika Itu,

June 30th, 2005 Ketika itu, matanya menetap di wajahmu Begitu lama hingga kau tersipu. Melayu seperti dedaun turi disapa senja Lantas dia bersuara sungguh ; engkau cantik. tidak seperti siapa-siapa. seuntuh kamu. tanpa lipstick. tanpa maskara. tanpa perona. seindah bunga dalam warna aslinya. dia bersungguh. mungkin bersungguh. semoga bersungguh. agar kau tak lagi blingsatan memilih seperangkat alat bersolek. agar kau tak lagi tertipu berbagai mer...

HUJAN

Hujan June 30th, 2005 Sore di halaman rumah ibu, aku menyambutmu [ hujan belum menetas, masih mendengkur di rahim mendung ] engkau berjaket biru berkaos biru tanpa sepatu membawa senyum yang kurindu berminggu-minggu. lalu bertanya : apa kabar [ langit menjawab singkat, plass !!! petir menyalak segalak anjing. hujan terlahir. bumi menyenandungkan penyambutan. selamat datang bayi-bayi langit. akan kutimang dalam embanan sang tanah yang rekah lagi hangat ] hujan membasahkanmu. menunda jawabanku. haruskah kujawab. engkau menerobos...

Minggu, 08 November 2009

Menunggu Subuh

memanjat malam yang kian renta. bulan tak tampak purnama. gelap di luar sana. bintang berlomba memuja tuhan. langit meluas menanti doa dipanjatkan. harusnya aku segera menggelar sajadah. berbincang mesra dengan Kekasih. tetapi aku selalu tak berdaya. tak ada kafein yang menguatkanku. sementara subuh masih jauh di sa...

Saat berangkat

Berharap banyak pada detik-detiknya agar melambat menuju pukul enam. Tapi siapa aku yang bisa memohon waktu menahan lajunya. Meski cuma satu jam saja. Maka, tak kusiakan waktu yang kupunya, untuk menggambar wajahmu pada lembaran ingatan yang kuharap bisa bertahan lama. Tanpa krayon, tentunya. Kau pun bertanya, mengapa kau memandangku seperti itu. Aku hanya menggeleng, alasan apa yang bisa kuungkapkan meskipun sebenarnya aku punya alasan bagus untuk memandangimu terus. Lalu kau bergerak, mulai berkemas. Ah, ritual ini yang...

Ngilu

kupandangi engkau. tanpa bosan. tak pernah bosan memang. justru waktu serasa semakin menciut. melecut kita pada detik itu. saat engkau melambai pergi. dan kutatap sosokmu yang lantas lenyap di kelokan. sepi itu serupa martil, bukan. memalu hati sampai ngilu. tanpamu begitu sepi. begitu ngilu. wajahmu memang masih tertinggal dalam ingatan yang melulu tentang kita. dan cinta yang manis. serta selalu membuat rindu. rindu itu. rindu ini. rindu yang sekarang membekapku. dalam sunyi serta hati ngi...

Jumat, 06 November 2009

Ambigu

pada sore yang lugu. saat langit kelabu. dan aku. dan kamu. tak lagi mampu menyuarakan kata. saling berbahasa dalam senyap. barangkali aku salalu salah mengartikan. sebab ambigumu. cinta itu entah kemana. mungkin menyusup di sela sela hari yang monoton. apa gunanya kita di sini. saling sepi dan menarik di...

Kamis, 05 November 2009

Drama hari ini

masih saja mereka saling mengelak. mengaku diri paling jujur. tidakkah mereka teringat tuhan tahu segalanya. buat apa berkata dusta. sementara, di luar sana aksi masih digelar. menuntut hal paling mewah di jaman tempat segalanya bisa dimanipulasi. kejujuran yang entah pergi kemana meninggalkan hati para pemeran utama di opera nyata ini. merenung dan tertawa satir. bagaimana nanti anak-anak kita mempelajari kebenaran universal. saat hitam dan putih ditukar-tukar sesusai keingin...
 

Followers

Ads Banner

Mengenai Saya

Foto saya
female. environmentalist wannabe. happy as always. open minded. casual ways. simple. impulsive buyer. dreamer. movie freak. book addicted. sometime talk active, sometime being a silent one. always try to pursue life goals and being thankful for every ordinary miracle in life.
Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template Vector by DaPino