<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975729290629981642</id><updated>2012-01-07T10:49:07.906-08:00</updated><category term='Serial Keisha'/><category term='Happening Life'/><category term='Household'/><category term='Fiksi'/><category term='Memories'/><category term='Truth Way'/><category term='mimpi'/><category term='Award'/><category term='In Love'/><category term='Kid&apos;s Zone'/><title type='text'>Frasalina</title><subtitle type='html'>Ruang Berkhayal, mengaktifkan otak kanan dan kiri bersamaan. Bisakah ?</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://frasalina.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frasalina.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Lina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08380247353798291243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/SuU2Kz_UwtI/AAAAAAAAAGI/VJNkFkG9j7o/S220/%23%23.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975729290629981642.post-7769387861110560887</id><published>2010-02-18T23:34:00.001-08:00</published><updated>2010-02-18T23:34:20.584-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Keisha'/><title type='text'>Gadis Penolongku</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Sudahkan aku bercerita padamu ? Tentang seorang gadis penolongku ? Rasanya belum, ya…, seingatku memang belum. Atau sudah ? Ah, entahlah…pikiranku jadi kacau dua hari ini, sejak aku jatuh pingsan lalu tergelatak di rumah sakit dengan suhu badan ekstrim. Rasanya seperti ada seseorang yang membakar tempat tidurku. Panasnya nyata. Namun kobaran apinya hanya ada dalam imajiku, kadang timbul tenggelam dalam mimpiku. Mimpi yang kukira nyata. Nyata yang kukira mimpi. Betapa tersiksanya saat kau berada dalam dunia antara, bukan mimpi bukan pula nyata. Dunia dimana makhluk halus itu tinggal. Kadang aku mendengar mereka saling bercerita di dekat telingaku, dengan tema yang tak kutahu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Semalam, kusangka aku mendengar percakapan semacam itu lagi. Percakapan di dunia antara. Tapi, ternyata percakapan itu benar-benar terjadi di dunia nyataku. Gadis penolongku itu datang, ditemani seorang temannya yang tak kukenal. Mereka berbincang lirih sementara aku berusaha melawan rasa kantuk dan perih. Aku hanya bisa mengingat sepotong-sepotong, tentang ujian, tentang ujan, tentang orang tua, tentang dokter, tentang aku, tentang penyakitku…dan entah apalagi. Lalu aku benar-benar tertidur pulas hingga jam tiga pagi. Ketika aku terbangun, mereka sudah tak ada lagi. Satu-satunya hal yang mengingatkanku pada kedatangannya adalah arlojinya yang tertinggal di meja.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Gadis penolongku itu bernama Keisya. Dia mengingatkanku pada ibu yang sudah meninggal ketika aku berumur sepuluh tahun. Cara dia berbicara, cara dia memandangku, cara dia menggelengkan kepala, mengingatkanku pada ibu. Kadang aku bertanya-tanya, apakah ibu pernah melahirkan anak selain aku ? Mengapa ada orang yang sedemikian mirip dengan ibu, padahal tak ada hubungan darah setetes pun ? Aku yakin itu, sebab berkali-kali kutanya pada ayah, apakah aku punya adik ? Ayah hanya menggeleng tanpa memberikan sepatah kata penjelasnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Keberadaannya di sekitarku selama dua hari ini sungguh menenangkanku. Meskipun itu justru membuatku semakin merindu ibu. Kemarin, aku bertemu ibu di mimpi. Dia menyuapiku, membantuku meminum obat, menepuk punggungku sebelum tidur lalu pergi lagi. Di dalam mimpiku aku terbangun, berteriak memanggil ibu, tapi yang kutemukan hanya ruangan putih hampa dan dingin. Ibu tak ada, bahkan dalam mimpiku pun dia tak bisa lama menemani. Lalu aku terbangun, keringat dingin membanjiri tubuhku. Gadis penolongku itu tersenyum, membuatku sedikit tenang. Dia memberiku minum, membenarkan selimutku, lalu menyuruhku tidur lagi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Siang ini, dia pasti sedang sibuk di kampus. Aku merasa kesepian di kamar monokrom ini. Aku merindukan ibu, aku merindukan Keisya. Kuharap malam nanti dia datang lagi menjengukku. Meskipun kami tak banyak mengobrol, tapi kehadirannya sungguh menyemarakkan hariku. Dia akan duduk di kursi itu sambil membaca buku. Aku hanya diam memandangnya. Kadang berharap dia adalah ibu. Ah, harapan macam apa itu……&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;PS : ini adalah lanjutan dari cerita fiksi yang &lt;a href="http://frasalina.blogspot.com/2010/01/sebuah-awalan.html"&gt;di sini&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975729290629981642-7769387861110560887?l=frasalina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frasalina.blogspot.com/feeds/7769387861110560887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8975729290629981642&amp;postID=7769387861110560887&amp;isPopup=true' title='56 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/7769387861110560887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/7769387861110560887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frasalina.blogspot.com/2010/02/gadis-penolongku.html' title='Gadis Penolongku'/><author><name>Lina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08380247353798291243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/SuU2Kz_UwtI/AAAAAAAAAGI/VJNkFkG9j7o/S220/%23%23.JPG'/></author><thr:total>56</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975729290629981642.post-1393565065221180641</id><published>2010-02-17T07:51:00.000-08:00</published><updated>2010-02-17T08:06:13.120-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Happening Life'/><title type='text'>Sekedar Update</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sudah lama ya, saya tidak apdet blog ini. Alasan klise, ada yang dikerjain sih. Lagipula memang sedang tidak punya ide menulis fiksi. So, apa kabar Sahabat semua ? Semoga sehat selalu ya. Terima kasih loh ya, udah bersedia berkunjung ke sini. Oya, terima kasih juga saya sampaikan buat semua teman yang sudah memberi award. Tapi, dari hati terdalam, mohon maaf banget….dipajangnya nanti aja ya, sekalian jadi satu. Sekarang belum sempat merapikan file awardnya. Mohon dimaklumi. Hehehe…..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Nah, terus gimana dong dengan sambungan cerita kemarin itu ? Hem….berhubung sekarang juga sedang tidak dalam kondisi fit untuk menulis, jadi di postingan berikutnya saja dilanjutkan. Haduh…makin banyak nih peernya. Ya sudahlah, tak apa. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Supaya postingan kali ini nggak kosong melompong dan garing ring ring, saya mau pajang gambar-gambar lucu hasil googling aja yak. Semoga bisa ngilangin bête……&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S3wO5stWk1I/AAAAAAAAAVk/S-LJYmuToZw/s1600-h/znaki_81.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S3wO5stWk1I/AAAAAAAAAVk/S-LJYmuToZw/s320/znaki_81.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CDEDDYD%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CDEDDYD%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CDEDDYD%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}a:link, span.MsoHyperlink	{mso-style-priority:99;	color:blue;	mso-themecolor:hyperlink;	text-decoration:underline;	text-underline:single;}a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	color:purple;	mso-themecolor:followedhyperlink;	text-decoration:underline;	text-underline:single;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S3wMbWpK3XI/AAAAAAAAAU0/nJ2O86S-m9s/s1600-h/funny-shoe.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S3wMbWpK3XI/AAAAAAAAAU0/nJ2O86S-m9s/s320/funny-shoe.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://unic77.blogspot.com/2008_12_14_archive.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S3wOeNWapPI/AAAAAAAAAVc/oNe3VJv_-zE/s1600-h/znaki_59.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S3wOeNWapPI/AAAAAAAAAVc/oNe3VJv_-zE/s320/znaki_59.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S3wQP4NnDRI/AAAAAAAAAV0/fBm5YK1bdo8/s1600-h/funny-sleep-kid.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S3wQP4NnDRI/AAAAAAAAAV0/fBm5YK1bdo8/s320/funny-sleep-kid.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S3wRcp0BU6I/AAAAAAAAAWM/CRXFrIEejaY/s1600-h/01-funny-shoes.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S3wRcp0BU6I/AAAAAAAAAWM/CRXFrIEejaY/s320/01-funny-shoes.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S3wSY_M5lnI/AAAAAAAAAWU/EUZv6yU-VrI/s1600-h/funny-picture-cow-husband.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S3wSY_M5lnI/AAAAAAAAAWU/EUZv6yU-VrI/s320/funny-picture-cow-husband.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S3wTs_PJoVI/AAAAAAAAAWc/7uIGa9ZRGro/s1600-h/funny-baby.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S3wTs_PJoVI/AAAAAAAAAWc/7uIGa9ZRGro/s320/funny-baby.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Lucu nggak sih ? Nggak ya ? Haha, ya sudahlah....&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Yang penting, Hava a nice day..............&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975729290629981642-1393565065221180641?l=frasalina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frasalina.blogspot.com/feeds/1393565065221180641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8975729290629981642&amp;postID=1393565065221180641&amp;isPopup=true' title='17 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/1393565065221180641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/1393565065221180641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frasalina.blogspot.com/2010/02/sudah-lama-ya-saya-tidak-apdet-blog-ini.html' title='Sekedar Update'/><author><name>Lina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08380247353798291243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/SuU2Kz_UwtI/AAAAAAAAAGI/VJNkFkG9j7o/S220/%23%23.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S3wO5stWk1I/AAAAAAAAAVk/S-LJYmuToZw/s72-c/znaki_81.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975729290629981642.post-4787245538201152388</id><published>2010-01-28T19:25:00.000-08:00</published><updated>2010-01-28T19:25:05.776-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Keisha'/><title type='text'>Sebuah Awalan</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CDEDDYD%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CDEDDYD%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CDEDDYD%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Kampus cerah ceria hari ini. Langit tidak mendung seperti kemarin. Daun-daun sonokeling terserak menutupi jalanan beraspal kampus yang lengang. Masih pukul tujuh pagi, tapi berani taruhan, Pak Hendarto pasti sudah berdiri di kelas. Sementara anak-anak sedang berusaha keras memperlebar bola matanya, mengenyahkan rasa kantuk. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Aku ? Lagi-lagi terlambat. Tadi malam mengedit laporan hingga jam tiga pagi. Hari ini laporan itu harus dikumpulkan sebelum jam dua belas siang di laboratorium ekologi. Jika terlambat, konsekuensinya cukup mengerikan. Pengurangan nilai laporan sebesar 50%. Kejam. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Pintu laboratorium masih terkunci. Bu Laila, sang laboran, pasti belum datang. Kutunggu saja di depan sini sambil menuntaskan membaca Dunia Sophie yang kutemukan di toko buku kampus kemarin siang. Ketika sampai di halaman 113, kudengar suara langkah kaki. Saat kepalaku mendongak, kutemukan seseorang berbaju flannel kotak-kotak, rambutnya acak, matanya bengkak dan mungkin belum mandi. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Hai Ke…” Suaranya berat, menyapaku tanpa semangat. Aku tersenyum, rupanya nasib kami tak jauh berbeda. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Laporan ?” Tanyaku, begitu melihat lembaran kertas berjilid di tangannya. Dia mengangguk lemah, lalu duduk di sampingku. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Ngantuk….” Katanya sambil setengah merem. Aku memandang sisi kiri wajahnya. Ada satu jerawat di sana. Hampir pecah. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Belum mandi ?” Tanyaku iseng. Dia mengangguk. Sepertinya aku tak akan bertanya-tanya lagi. Matanya sudah terpejam. Kepalanya menyandar ke dinding. Hembusan napasnya mengusir keheningan pagi ini. Aku melanjutkan membaca lagi. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Setengah jam kemudian, terdengar suara ketukan sepatu wanita, semakin lama semakin mendekat. Semoga itu Bu Laila. Ternyata benar. Saat melihatku, wanita separuh baya itu tersenyum sambil menunjuk orang di sebelahku yang tertidur pulas. Aku hanya tersenyum. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Mau ngumpulin laporan ?” Tanya Bu Laila. Aku pun mengangguk sambil berdiri menyerahkan laporan itu. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Punya temannya mau dikumpulin sekalian nggak, Ke ?” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Sebentar ya, Bu. Saya bangunkan dia dulu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color windowtext; border-style: none none dotted; border-width: medium medium 3pt; padding: 0cm 0cm 1pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="border: medium none; line-height: 150%; padding: 0cm;"&gt;Pelan-pelan kusentuh bahunya. Satu menit berlalu dan dia tidak bangun juga. Bu Laila sudah masuk ke laboratorium. Aku masih mencoba membangunkannya lagi. Tak sengaja tangannya tersentuh olehku. Dingin sekali. Saat mengamati wajahnya aku baru tersadar, wajahnya pucat pasi. Seketika itu juga, aku berlari memanggil Bu Laila. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;Dilanjutin besok ah…....&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975729290629981642-4787245538201152388?l=frasalina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frasalina.blogspot.com/feeds/4787245538201152388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8975729290629981642&amp;postID=4787245538201152388&amp;isPopup=true' title='32 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/4787245538201152388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/4787245538201152388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frasalina.blogspot.com/2010/01/sebuah-awalan.html' title='Sebuah Awalan'/><author><name>Lina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08380247353798291243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/SuU2Kz_UwtI/AAAAAAAAAGI/VJNkFkG9j7o/S220/%23%23.JPG'/></author><thr:total>32</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975729290629981642.post-460166073740753405</id><published>2010-01-20T23:26:00.000-08:00</published><updated>2010-01-21T19:20:36.527-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mimpi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='In Love'/><title type='text'>Menunggu di Sini</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CDEDDYD%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CDEDDYD%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CDEDDYD%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S1Ve8mLzucI/AAAAAAAAAR4/gFuIxrGHJvc/s1600-h/Dive_into_my_sleep_by_WalkingDancer.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S1Ve8mLzucI/AAAAAAAAAR4/gFuIxrGHJvc/s320/Dive_into_my_sleep_by_WalkingDancer.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Setengah satu lewat. Saat tanganmu menggeliat, menggapai dunia mimpi hitam putih. Ataukah berwarna ? Ingat, waktu itu kita pernah berdebat mengenai ini di bawah sonokeling kampus. Mimpi itu hitam putih, katamu. Tidak, mimpi itu berwarna, bantahku. Nyatanya saat bermimpi kita lupa untuk memastikan itu. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Kini aku di sini, berdiri di tepi mimpimu. Pepohonan berbatang hitam, dedaunan menguning, langit sewarna timah, tanah tertutup rumput basah dan kau berdiri menghadap barat. Matahari gelisah membujuk senja supaya lekas tiba. Burung-burung terbang rendah berkicau meriah. Kau diam kebingungan, mengenali lingkungan yang asing ini. Taukah kau, aku sering menantimu di sini. Sendiri. Berkali-kali. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Matamu belum menemukan sosokku. Perlahan kuberjalan menujumu dari arah belakang punggungmu. Mungkin kau akan terkejut melihatku, mungkin juga biasa saja. Siapa yang benar-benar tahu isi hatimu. Siapa yang benar-benar bisa menduga yang sesungguhnya. Selamanya kau selalu menjadi teka-teki yang enggan kuselesaikan. Segalanya kadang indah saat menjadi misteri. Dengan begitu aku puas merasai sensasi setiap kali bertanya-tanya tentangmu. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Dini…” &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Kau menyebut namaku selembut desau angin. Matamu membelalak saat menyadari keberadaanku. Aku tersenyum sambil mengangguk. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Kau…, Mengapa ada di sini ?”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Aku menunggumu. Lama. Sekarang kau baru datang ?”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Kamu memalingkan pandangan pada matahari yang berhasil membujuk senja. Langit barat jadi jingga. Bulan hampir muncul di langit timur. Bayang-bayangmu menjadi pendek di tanah berserasah. Kini kau tahu, mimpi itu berwarna kan. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Aku tak tahu kau menunggu.” Bisikmu pada udara yang dingin. Tentu saja kau tak pernah tahu. Aku tak mengatakannya sementara kau tak pernah membahasnya. Untuk apa kau tahu. Meski aku teramat ingin memberitahumu. Dahulu. Namun sekarang semua jadi percuma. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Mengapa kau menungguku ?” Tanyamu yang membuatku tersenyum. Aku bahkan tak tahu mengapa aku melakukan hal sebodoh itu. Menunggu. Sementara kau tak pernah tahu aku menunggu. Hidupmu terlalu sempurna untuk kukacaukan dengan sebuah pengumuman tak penting bahwa aku menunggumu di sini. Aku tak ingin merusak kariermu yang mulai menanjak itu. Membuatmu berpaling dari segala kenikmatan hidup. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Jika aku tahu, maka aku akan segera ke sini. Tak ingin membuatmu lama menunggu.” Kamu mulai bergerak mendekat. Perasaan yang dulu pernah ada terasa terulang kembali. Ingatkah kau, ketika kita mulai bertatapan di bawah sonokeling itu ? Lalu bibirmu tersenyum rikuh sementara buru-buru kubuang pandangan ke arah bangunan tua kampus kita. Kau tak pernah memberitahuku sesuatu, aku tak pernah bertanya. Segala ketidakpastian itu sungguh kunikmati. Namun kini aku ingin sebuah jawaban. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Maksudmu ? Kau rela meninggalkan kariermu demi aku ?” Ragu-ragu kutanyakan itu. Tak berharap lebih mendapat jawaban yang memuaskan. Ketidakpastian ini bisa berakhir dengan sebuah kata ya atau tidak. Keduanya memang berbeda, tapi keduanya toh menjadi sesuatu yang pasti. Lantas aku akan berhenti bertanya-tanya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Iya.” Jawabmu tegas. Senyuman terlukis indah di wajahmu. Tanganmu meraih jemariku, dalam beberapa menit kita kehilangan kemampuan berbicara. Hanya mata yang saling menyatakan. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color windowtext; border-style: none none solid; border-width: medium medium 1.5pt; padding: 0cm 0cm 1pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="border: medium none; line-height: 150%; padding: 0cm;"&gt;Lalu segala keindahan berubah tragedi. Langit mendadak bergemuruh, kilat datang menyambar. Tautan tangan kita terlepas. Di dalam kepanikan kudengar kau meneriakkan namaku. Mataku lamur. Hujan datang tiba-tiba dan menghebat. Lamat-lamat kulihat sosokmu telah terenggut dari hadapanku, meronta diculik langit. Lalu aku terpental dari dunia ini. Dunia mimpi berwarnamu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;******************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter berusaha sekuat tenaga menyelamatkanmu. Mesin pendeteksi detak jatung melagukan irama monoton yang lambat. Lalu berhenti di sebuah nada. Dokter dan perawat saling berpandangan lunglai merasakan kekecewaan yang berujung kesedihan. Aku yang berdiri di tepi ranjangmu mengusap titik air di ujung mataku. Mengapa harus berakhir di sini ? Sosokmu yang tak lagi utuh terbujur kaku dan mulai memucat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Tiba-tiba kurasakan sebuah sentuhan. Lembut dan menenangkan. Kamu sudah berdiri di sampingku, tersenyum penuh kelegaan. Ekspresi kesakitan itu tak membekas di wajahmu yang bersih tanpa darah. Ragu-ragu aku membalas senyummu. Masih bingung menentukan sebuah rasa. Bahagia atau sedih. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Kau sudah lama menunggu kan ? Ayo kita pergi membangun rumah idaman.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975729290629981642-460166073740753405?l=frasalina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frasalina.blogspot.com/feeds/460166073740753405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8975729290629981642&amp;postID=460166073740753405&amp;isPopup=true' title='34 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/460166073740753405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/460166073740753405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frasalina.blogspot.com/2010/01/menunggu-di-sini.html' title='Menunggu di Sini'/><author><name>Lina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08380247353798291243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/SuU2Kz_UwtI/AAAAAAAAAGI/VJNkFkG9j7o/S220/%23%23.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S1Ve8mLzucI/AAAAAAAAAR4/gFuIxrGHJvc/s72-c/Dive_into_my_sleep_by_WalkingDancer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>34</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975729290629981642.post-8427415510811163823</id><published>2010-01-18T02:38:00.000-08:00</published><updated>2010-01-18T21:05:11.920-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kid&apos;s Zone'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi'/><title type='text'>Cerita Azka</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CDEDDYD%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CDEDDYD%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CDEDDYD%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S073Grtt6BI/AAAAAAAAAP4/41IXd6i0b_Q/s1600-h/Little_Girl__black_background__by_Sterntalerfrau.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S073Grtt6BI/AAAAAAAAAP4/41IXd6i0b_Q/s320/Little_Girl__black_background__by_Sterntalerfrau.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Bogor gerimis. Sedikit demi sedikit orang keluar dari Botani Square. Bocah-bocah seusiaku menyambut mereka dengan tawaran payung. Banyak diantaranya menolak payung lebar bocah-bocah itu. Sekilas aku mendapatkan sirat kecewa di wajah mereka yang basah. Rupiah yang diharap tak juga masuk ke kantong baju yang kuyup. Ini sudah malam, kira-kira jam sembilan, atau mungkin sudah jam sepuluh dan mereka masih bertahan di sana mengharap rejeki, tak menghiraukan serangan udara yang dingin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Salah satu bocah itu sekarang sedang memandangiku yang duduk tak jauh dari pintu keluar. Ketika aku menemukan pandangannya, senyumku mengembang. Ragu-ragu dia membalas senyumku, lalu buru-buru mengalihkan pandangan. Sepertinya bocah itu bisa diajak berteman. Ada keramahan yang kutemukan di sana. Siapa tahu dia mau memberiku tempat berlindung. Setidaknya mala mini saja. Aku tak ingin kembali pulang ke rumah Bunda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Bukannya aku marah pada Bunda, aku hanya merasa tak pantas berada di rumah Bunda lagi. Masih jelas kuingat percakapan Bunda dengan mamanya tadi sore. Mamanya baru datang Sabtu kemarin dari Semarang. Begitu melihatku, mamanya Bunda, yang kata Bunda harus kupanggil dengan sebutan Eyang, langsung berubah ekspresinya. Diam-diam aku mengikuti langkah-langkahnya menuju kamar Bunda. Di balik pintu kayu yang tertutup aku bisa mendengar percakapan mereka berdua. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Dini, kamu itu sudah dibilang berkali-kali, tapi ngeyel juga. Mama kan sudah bilang, pikirkan pernikahanmu dahulu. Sekarang mengapa ada anak itu di sini ?”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Ma, mama apa-apaan sih. Udah ah, nggak usah ribut. Memangnya kalau ada dia, Dini jadi nggak bisa menikah apa ?”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Din, orang bisa salah persepsi. Kebanyakan laki-laki akan ketakutan dulu kalau tahu calon istrinya punya anak.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Nggak semua laki-laki begitu ah.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Kamu itu loh, masih ngeyel.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Ma, Dini terlanjur sayang sama dia. Dia anak yang manis, cerdas dan yang penting hatinya baik.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Ah…kamu itu. Kamu kan nggak perlu ajak dia tinggal di rumahmu ini. Kamu bisa mengunjunginya di panti asuhan. Kamu toh rutin tiap hari libur ke sana, ketemu dia. Nggak harus diajak ke sini segala.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Ma, sudahlah nggak usah dibahas. Dini lebih suka dia tinggal di sini, nemenin Dini. Terus terang Sabtu Minggu nggak cukup buat Dini menghabiskan waktu bersamanya. Dini kangen. Dini pengen tiap hari lihat matanya yang bening itu. Mama sih nggak perhatian, matanya indah loh. Mama pasti ikutan jatuh cinta kalau sudah lihat&amp;nbsp; matanya.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Din, kamu nggak usah membujuk mama deh.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Setelah itu aku tak tahu lagi apa kelanjutan obrolan mereka. Sebab kakiku sudah terlanjur berlari ke luar rumah. Terus berlari hingga aku merasa capek dan kelaparan. Tapi aku tak ingin pulang. Aku tak diinginkan di rumah itu. Aku bahkan tak inginkan di dunia ini. Keberadaanku tak diharapkan siapapun, bahkan ibu kandungku sendiri. Mungkin. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Bu Rahmi, tukang masak di panti asuhan tempatku tinggal selama enam tahun sebelum pindah ke rumah Bunda, pernah bercerita padaku satu hal yang tak kan kulupa. Tujuh tahun yang lalu ada seorang lelaki separuh baya menyerahkanku yang masih bayi merah pada Bu Azmi, pemilik panti asuhan. Bapak itu, yang menurut dugaan Bu Rahmi adalah kakekku, memiliki hidung yang mirip denganku. Bentuknya ramping dan menjulang. Bapak itu mengatakan pada Bu Azmi bahwa ibuku selalu histeris tiap kali melihatku. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Tapi Bu Rahmi memiliki versi cerita lain. Dia mengatakan bahwa kakekku berbohong mengenai ibuku yang histeris. Itu hanya karangan kakekku saja. Kenyataan yang sebenarnya adalah kakekku malu akan kelahiranku. Satu-satunya anak gadisnya telah hamil di luar nikah. Kakekku menolak menikahkan ibuku dengan ayahku. Kakekku khawatir ibuku gagal meraih gelar dokternya jika harus menikah. Maka, sampailah aku di pantai asuhan itu. Bu Rahmi pernah menawarkan padaku untuk bertemu dengan ibuku. Kebetulan adik Bu Rahmi tinggal tak jauh dari rumah ibu kandungku itu. Aku menolak. Aku marah. Marah pada mereka yang telah mengabaikanku. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Aku sama sekali tak ingin bertemu ibuku. Aku sama sekali tak tahu rasanya disayang atau menyayangi. Hingga suatu hari Bu Dini yang cantik datang ke panti asuhan. Bu Dini mengunjungi panti asuhan tiap Sabtu Minggu untuk mengajari kami banyak hal, mulai dari melukis sampai menari. Kadang Bu Dini juga melatih kami menulis. Aku paling suka saat Bu Dini menyuruh kami menulis tentang cita-cita. Waktu itu, aku menulis tak ingin jadi Dokter. Aku ingin jadi seperti Bu Dini. Aku menyukai Bu Dini yang selalu semangat dan berwajah ceria. Seringkali aku berangan-angan dipeluk mesra olehnya, dibelai dan dininabobokan olehnya. Tanpa sadar aku pun dekat dengannya, seringkali aku sengaja berlama-lama menyelesaikan gambarku, agar dia pun bisa berlama-lama ada di dekatku. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Bu Dini tidak hanya menjadi guru seni bagi kami, tapi dia juga telah mengenalkan padaku seperti apa rasanya disayang. Diam-diam, aku merasakan dorongan hati untuk selalu menyayanginya. Aku selalu merindukan dia setiap hari. Ketika Jumat datang, hatiku riang. Sabtu pagi aku mandi paling pagi, lalu memakai baju putih kesayanganku. Baju yang pernah diberikan Bu Dini saat aku berulang tahun yang keenam. Baju yang aku pakai sekarang. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Azka…ya Allah, Nak. Kamu kemana saja. Bunda hampir gila mencarimu. Untung tadi teman Bunda menelepon, katanya selintas melihatmu di sini. Masyaallah, kamu menggigil begini.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Aku terkejut. Mataku terbuka, lamunanku melayang dibawa malam. Bunda berlutut di hadapanku. Aku merasakan kebahagiaan yang mendadak. Tapi seketika menyusut saat kulihat Eyang berdiri di belakang Bunda. Rapat-rapat aku memeluk lututku sendiri. Kecemasan dan kelegaan berbaur di wajah Bunda. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Aku tak mau tinggal di rumah Bunda lagi.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Kataku sambil terus menunduk memandangi ubin yang kududuki. Bunda mendekapku erat. Kurasakan kehangatan yang langka. Kurasakan rindu yang baru kutahu. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Ini sudah malam, Azka. Kamu harus pulang. Kamu bisa sakit, kamu sudah makan ? Ayo Nak, kita pulang.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Air mata Bunda menetes menyentuh ujung kepalaku. Hatiku jadi bimbang. Mengapa Bunda menangis ? Apakah Bunda sedemikian sedih karena aku pergi mendadak hari ini. Apakah Bunda sedemikian mengkhawatirkanku ?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Aku tak ingin pulang, Bunda. Aku tak ingin Bunda tidak menikah gara-gara aku.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Kau bicara apa. Aku tak mau tahu. Pokoknya kita harus pulang. Aku akan menemanimu tidur malam ini, ingat kita belum menyelesaikan dongeng Abu Nawas itu kan. Kau bahkan belum menjawab teka-teki yang Bunda berikan kemarin. Ayo kita pulang. Bunda sudah membelikanmu roll cake rasa keju.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Aku masih diam. Ragu-ragu. Lalu Eyang menyodorkan cardigan hitam kepadaku. Cardigan yang dibelikan Bunda bulan lalu. Takut-takut kulihat wajah Eyang. Ada senyuman di sana. Apakah Eyang tidak membenciku lagi ? Mengapa dia tersenyum ?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Maafkan Eyang, Azka. Eyang tak pernah menemukan mata sebening milikmu. Ayo kita pulang, Eyang janji besok akan mengajakmu jalan-jalan ke The Jungle. Kamu ingin ke sana kan ?”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Eyang membelai lembut rambutku. Setelah itu aku tak sadar lagi. Saat terbangun, aku sudah berada di kamarku. Bunda tertidur di sampingku. Aku melihat jam dinding, pukul lima pagi. Tak berapa lama kemudian, pintu kamarku terbuka. Eyang tersenyum melihatku. Lalu muncul pertanyaan di kepalaku, apakah Eyang juga meyayangiku ? &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975729290629981642-8427415510811163823?l=frasalina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frasalina.blogspot.com/feeds/8427415510811163823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8975729290629981642&amp;postID=8427415510811163823&amp;isPopup=true' title='22 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/8427415510811163823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/8427415510811163823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frasalina.blogspot.com/2010/01/cerita-azka.html' title='Cerita Azka'/><author><name>Lina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08380247353798291243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/SuU2Kz_UwtI/AAAAAAAAAGI/VJNkFkG9j7o/S220/%23%23.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S073Grtt6BI/AAAAAAAAAP4/41IXd6i0b_Q/s72-c/Little_Girl__black_background__by_Sterntalerfrau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975729290629981642.post-6116232856781003592</id><published>2010-01-16T03:47:00.000-08:00</published><updated>2010-01-16T03:47:01.172-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award'/><title type='text'>Award at Weekend</title><content type='html'>Hai, hai sahabat. How’s your weekend ? Semoga yang capek pada bisa istirahat dengan aman damai dan sentosa. Semoga yang sedang dalam perjalanan berlibur bisa menikmati bener-bener liburannya, jadi pas balik ke kota asal langsung punya semangat baru. Teruuuuuuus, yang lagi nggak kemana-mana bisa menikmati bloggingnya. Halah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postingan kali ini mau pajang award dari Naicana yang cantik dan baik. Buktinya belum lama kenal, saya sudah dihadiahi award cantik yang didapat Naicana dari sahabatnya Echa. Ini dia awardnya :&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S1GjDpqE_vI/AAAAAAAAAQw/ZugK9puoyfM/s1600-h/award+dari+naicana.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S1GjDpqE_vI/AAAAAAAAAQw/ZugK9puoyfM/s320/award+dari+naicana.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Award dari Naicana &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan yang diamanahkan oleh Naicana pada saya, maka award ini kembali akan saya berikan pada teman-teman yang sering tersesat (ataupun menyesatkan diri) di blog ini. Kapok nggak tersesat di sini ? Hehehe, tenang aja, saya nggak seserem hantu jenis apapun kok, jadi biarpun tersesat…dijamin nggak bakal merasa ketakutan. Oke, sahabat yang dapat award ini adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://pelajaranmamat.blogspot.com/"&gt;Pelajaran Mamat&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://ayastasliwiguna.blogspot.com/"&gt;Ayas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;a href="http://mmursyidpw.wordpress.com/"&gt;M. Mursyid &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;a href="http://devga.blogspot.com/"&gt;Rosa &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5.  &lt;a href="http://phonank.blogspot.com/"&gt;Phonank &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;a href="http://aaslamdunk%20/"&gt;aaSlamDunk &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;a href="http://swytchocolato.blogspot.com/"&gt;Etha &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;a href="http://agungaritanto.blogspot.com/"&gt;Agung Aritanto &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;9. &lt;a href="http://goresgaris.blogspot.com/"&gt;Fi &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;10.&lt;a href="http://lifeiscoin.blogspot.com/"&gt; 7 Taman Langit &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat-sobat yang dapet award ini harus naroh link-link blog yang ditulis dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://icalcell.blogspot.com/%20"&gt;icalcell &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://www.firmanthok.co.cc/"&gt;firmanthok &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;a href="http://abankaldien.blogspot.com/"&gt;Aldien &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;a href="http://www.coretanku.info/"&gt;Coretanku &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;a href="http://warnawarniduniawina.blogspot.com/"&gt;Wina &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;a href="http://ordinaryblogme.blogspot.com/%20"&gt;Ordinary blog &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;a href="http://catatan-harian-syifa.blogspot.com/"&gt;Catatan Syifa &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;a href="http://www.methakusmawardani.blogspot.com/"&gt;my life is like a rainbow &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;9.&lt;a href="http://www.naicana.com/%20"&gt; naicana &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;10. &lt;a href="http://frasalina.blogspot.com/"&gt;Lina &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Berikut ini rule yang harus dijalanin sama si penerima award. Dicopy dari blognya Naicana :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kamu meletakkan link di atas, kamu harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 2 jadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link kamu sendiri di bagian paling bawah (nomor 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ingat ya, kalian semua harus fair dalam menjalankannya. Jika&lt;br /&gt;tiap penerima award mampu memberikan award ini kepada 5 orang saja dan mereka semua mengerjakannya, maka jumlah backlink yang akan didapat adalah 1.953.125.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, silahkan copy paste saja, dan hilangkan peserta nomor 1 lalu tambahkan link blog/website kamu di posisi 10. Ingat, kamu harus mulai dari posisi 10 agar hasilnya maksimal. Karena jika kamu tiba2 di posisi 1, maka link kamu akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dapat award di atas, saya juga mau pajang award dari 7 Taman Langit yang blognya keren banget. Kaya informasi dan pelajaran berharga sebagai bekali hidup. Ini award keren itu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S1Gjep7I88I/AAAAAAAAAQ4/L-o0wYvXVbQ/s1600-h/Award+7+taman+langit.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S1Gjep7I88I/AAAAAAAAAQ4/L-o0wYvXVbQ/s320/Award+7+taman+langit.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Award dari 7 Taman Langit&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Dannnnnn, yang terakhir adalah award dari Agung Aritanto yang tinggal di Banjarmasin sana. Blognya bagus,&amp;nbsp; bisa dapat informasi banyak di sana. Kadang malah bisa dapat pencerahan loh. Hehehe&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S1GkbuddVCI/AAAAAAAAARA/IS1qTWmbkLI/s1600-h/setia+award+dari+agung+arianto.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S1GkbuddVCI/AAAAAAAAARA/IS1qTWmbkLI/s320/setia+award+dari+agung+arianto.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Award dari Agung &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih ya atas award-awardnya itu. Semoga semakin memperat persahabatan diantara sesama blogger. Kedua award itu saya berikan untuk &lt;span style="color: blue;"&gt;Naicana, Etha, Ayas, Syifa, Rosa, Pelajaran Mamat, M. Mursyid, Phonank, aaSlamDunk, Fi &lt;/span&gt;dan yang saat ini tersesat di sini dan bersedia mengisi komentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Have a nice dayyyyyyyyyyy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975729290629981642-6116232856781003592?l=frasalina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frasalina.blogspot.com/feeds/6116232856781003592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8975729290629981642&amp;postID=6116232856781003592&amp;isPopup=true' title='20 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/6116232856781003592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/6116232856781003592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frasalina.blogspot.com/2010/01/award-at-weekend.html' title='Award at Weekend'/><author><name>Lina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08380247353798291243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/SuU2Kz_UwtI/AAAAAAAAAGI/VJNkFkG9j7o/S220/%23%23.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S1GjDpqE_vI/AAAAAAAAAQw/ZugK9puoyfM/s72-c/award+dari+naicana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975729290629981642.post-898503744489456289</id><published>2010-01-14T00:57:00.000-08:00</published><updated>2010-01-14T08:54:00.386-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='In Love'/><title type='text'>Tiga Tahun</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CDEDDYD%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CDEDDYD%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CDEDDYD%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S07cdRMVr5I/AAAAAAAAAPw/eQ3HQFoUGgM/s1600-h/couple_by_falexx.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S07cdRMVr5I/AAAAAAAAAPw/eQ3HQFoUGgM/s320/couple_by_falexx.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kopi dan Michael Buble. Dua hal itu sudah membuat hidupku indah hari ini. Meski pekerjaan datang bertubi-tubi seperti banjir di bulan Januari. Caffeine keep me alive. He, salah !! Hanya Allah yang bisa membuatku tetap bertahan hidup. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Seluruh ragaku masih terfokus pada layar komputer di meja kerja saat handphoneku bergetar di balik saku blazer. Sederet nomor yang tak kukenal. Ragu-ragu aku memencet tombol answer. Suara yang pernah sangat familiar terdengar. Sebentar, aku masih mengingat-ingat. Ah ya ! &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Hai, hem….sibuk sih. Tapi masih sempatlah jawab telepon.” Jawabku setelah dia mengucap salam dan bertanya tentang kesibukan hari ini. Dia masih seseorang yang sama, yang dulu memanggilku dengan ‘Lizz’ disertai penekan z di belakangnya. Kupikir Jepang akan membuat lidahnya menjadi susah mengatakan itu. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pertemuan pertama kami terjadi &amp;nbsp;tahun yang lalu, tepatnya ketika aku masih semester lima di bangku kuliah. Aku dan dia tergabung dalam satu organisasi kampus yang sama. Sering terlibat dalam kepanitiaan yang sama, menjadikan kami dekat satu sama lain. Meskipun aku dan dia beda fakultas. Pernah suatu malam kami terjebak di sekret, ketika sedang mempersiapkan event besar untuk besok paginya. Sambil menyelesaikan tanggung jawab kami masing-masing, tanpa sengaja dia bercerita banyak hal. Itulah awal kedekatan kami. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Jadi sudah selesai S2 nya ? Selamat ya Pak. Welcome to the jungle….” Kataku kemudian. Dia tertawa di sana, lalu mengucapkan terima kasih. Diam sejenak, sebelum akhirnya dia bersuara lagi. Aku sempat menimbang-nimbang, saat dia mengajak bertemu besok malam. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Oke. Besok jam 8 ya.” Akupun menyepakati sebelum akhirnya handphone kuletakkan di tempatnya semula. Lost milik Michael Buble menyertai kebengonganku yang tiba-tiba muncul setelahnya.Kuhirup dalam-dalam aroma kopi yang tinggal setengah cangkir. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;_________________________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jalanan yang macet membuatku terlambat lima menit. Dia sudah ada di tempat yang kami sepakati kemarin. Tempat makan di Tebet yang nyaman plus menu-menu favoritku. Aku sempat celingukan mencari sosoknya. Sampai akhirnya dia menepuk bahuku sambil tersenyum lebar. Perawakannya tak banyak berubah, masih kurus dan tinggi. Haiyah, mana mungkin berubah jadi pendek. Hanya saja, kulitnya sekarang terlihat lebih bersih, lebih cerah dibandingkan tiga tahun yang lalu. Mungkin salju melunturkan pigmen hitamnya. Hehehe…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Hai…Lizzz.” Sapanya ramah. Aku membungkuk ala Jepang. Dia tertawa sambil mengajakku menuju sebuah meja. Beberapa menit aku mengamati wajahnya sambil menggeleng-gelengkan kepala tak percaya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Yeah…here I am. Sehat, Alhamdulillah….dan tetap ganteng.“ Katanya ceria.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Dan tetap narsis.” Sambungku kemudian. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Kapan sampai, Dan ?” Tanyaku setelah puas tersenyum-senyum saking…apa ya, wondering mungkin. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Kemarin.” Jawabnya singkat. Kemarin, dan dia langsung menelponku lalu mengajak bertemu. Kalau boleh gede rasa nih ya, dia pasti kangen sama aku. Memang, komunikasi kami tidak sehat sejak tiga tahun yang lalu. Aku bahkan baru tahu dia ke Jepang dari seorang teman, itupun setelah setahun dia di Jepang. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Oke, jujur. Orang pertama yang ingin aku temui setibanya di Indo adalah….kamu.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Katanya tegas. Wajahnya masih terlihat tersenyum, meski senyum itu sedikit memudar. Sebuah awalan untuk menuju obrolan yang rawan. Obrolan yang….jujur belum siap aku bahas. Lalu seorang gadis cantik menghampiri meja kami, menanyakan apakah kami siap memesan. Aku menarik napas lega, merasa terselamatkan. Kami memesan menu yang sama. Selalu sama, entah mengapa. Gadis itupun beranjak setelah mencatat pesanan kami. Kembali aku menata hati. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&amp;nbsp;“Dan, so what’s your next….”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“It’s you.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“What ?”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Kamu, Lizzz.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Aku masih tak mengerti. Kalimatku yang tak selesai itu sebenarnya kutujukan untuk menanyakan apa yang ingin dikerjakannya sesampainya di sini. Kembali ke kantornya yang dulu atau mencari yang lebih baik. Meski kantornya yang dulu, menurutku sangat ideal sekali sebagai tempat berkarier. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dia menarik nafas, memandang mataku lewat kacamatanya. Tatapan yang sama seperti tiga tahun yang lalu. Aku merasa diseret ke detik itu, ketika dia berdiri tegak di teras rumahku. Di sebuah sore setelah hujan, ketika anggrek ungu kesayangan ibu sedang mengembang. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Dan, sori. Aku nggak bisa. Maaf banget.” Ketika itu aku tertunduk, hatiku bergemuruh entah karena apa. Merasa sedemikian biru meski itu tak cukup membuatku menangis. Sementara dia tersentak tiba-tiba, seolah tersadar dari tidur panjang. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Lizz, ternyata selama ini aku bermimpi. Kebersamaan kita yang indah itu mimpi semata. Kamu, aku, jalanan yang kita lewati itu tidak eksis, hanya semu. Sesuatu yang nyata itu adalah ini, saat ini, ketika kamu berkata tidak.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dia menggeleng, perlahan, berulang kali. Betapa ingin aku mencegahnya, ketika dia berbalik dan menghidupkan motornya lalu dengan kecepatan tinggi dia pergi. Itulah terakhir kalinya aku bertemu dia. Pertemuan yang masih kuingat dengan jelas detil-detilnya. Kaos hitamnya, sneaker bolongnya, topi merah bata, kacamata, dan kekecewaan yang jelas terlukis di wajahnya. Ya, aku tak berencana membuatnya kecewa. Namun aku juga tak pernah menduga dia menginginkanku jadi calon istrinya. Saat itu aku memang sedang tak ingin terikat, tak ingin berhubungan serius dengan siapapun. Termasuk dia. Jadi aku menjawab tidak. Salahkah aku ?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Minuman yang kami pesan diantar oleh seorang laki-laki muda. Dia dengan ramah mempersilakan kami untuk menikmatinya. Aku menyunggingkan senyum terima kasih. Dia pergi, lamunan singkatku menguap. Sementara matanya masih lekat di wajahku. Mata yang sejak sore itu sering hadir di mimpi malamku. Mata yang diam-diam kurindukan sungguh. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Dengar Lizzz, aku tak akan berlama-lama lagi menahan semua ini. Tiga tahun sejak sore itu, aku hidup dalam ketakmengertian. Aku berusaha menjauh dari kehidupanmu. Apply beasiswa ke luar negeri, demi menghapus dirimu. Kupikir Jepang akan memberiku banyak opsi sebagai penggantimu. Kupikir gadis-gadis sebangsa Miyabi bisa menggeser posisimu di hatiku. Ahh, nyatanya aku salah. Tiga tahun tanpa berkomunikasi denganmu justru membuatku gila. Kau tahu bukan rasanya merindu. Rasanya lebih tak enak dari sekedar menahan pipis.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Di kalimat itu dia berhenti sejenak, tersenyum geli sendiri. Aku pun tersenyum, teringat kembali pada keahliannya mencipta humor. Dulu, dia sering membuatku tertawa terbahak-bahak di sela stressnya mempersiapkan sebuah acara. Lalu ekspresinya berubah serius lagi. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Katakan saja aku keras kepala, katakan saja aku…bodoh. Tapi ah ya, I’m insane. Whatever…. I’am crazy of you.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dia selesai. Aku terdiam, memandangnya yang bersandar di meja sambil bersedekap. Di balik matanya ada berjuta hal yang ingin dikatakannya padaku. Aku tahu itu, sangat tahu. Aku sangat mengenalnya. Lalu mengapa aku tak bisa mengenali diriku sendiri ? Mengapa aku tak bisa membaca diriku sendiri ? Aku buta huruf ? &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Dan, I really miss you. Miss you like crazy….”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dia terkejut mendengar perkataanku itu. Tubuhnya mendadak tegak. Seketika aku teringat ratusan malam yang kulalui dengan memeluk jacket miliknya yang belum juga kukembalikan.&amp;nbsp; Jacket yang tak pernah kucuci sebab tak ingin menghilangkan bau keringatnya. Hei, aku jorok ya. Biarlah…. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Lalu mengapa tiga tahun yang lalu kau menolakku ?” &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Aku hanya tak siap, Dan. Aku samasekali tak pernah berpikir tentang itu. Kita bersahabat, yah…aku, kamu, motor, rasanya aneh ketika kamu memintaku untuk jadi istrimu.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Itu karena kamu tidak mencintaiku, kan.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Bukan, bukan begitu.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Ya, kamu tak pernah mencintaiku. Kamu menertawakan gagasanku, padahal setengah mati aku berusaha mengatakan itu. Rasanya lebih menegangkan dari ujian skripsi Lizz…Dan sekarang, aku baru benar-benar menyadari bahwa aku memang bodoh. Memimpikan kamu sebagai istriku sementara aku tak pernah tahu perasaanmu padaku.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Dan…”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Setelah tiga tahun berlalu, mungkin kaupun masih akan menganggapku begitu. Konyol memang.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Dan….”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Kemarin aku sangat gembira kau mau kuajak bertemu di sini. Merasakan ada peluang yang terbuka, aku bahkan tak menanyakan padamu apakah kamu sekarang sudah menikah atau sudah dilamar orang. Sial, kenapa itu tak terlintas di benakku. Siapa tahu sekarang kamu sudah bertunangan, sementara dengan bodohnya aku masih terus berharap, mengapa tak pernah terlintas dalam otakku untuk mencari info tentang itu. Ah ya, mungkin karena aku terlalu percaya diri, bahwa kau pasti menungguku kembali. Padahal jelas-jelas kau pernah menolakku. Jelas-jelas kau tidak…..”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Dan, I love you.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Aku pun telah bosan menahan rahasia itu. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden" /&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975729290629981642-898503744489456289?l=frasalina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frasalina.blogspot.com/feeds/898503744489456289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8975729290629981642&amp;postID=898503744489456289&amp;isPopup=true' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/898503744489456289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/898503744489456289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frasalina.blogspot.com/2010/01/tiga-tahun.html' title='Tiga Tahun'/><author><name>Lina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08380247353798291243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/SuU2Kz_UwtI/AAAAAAAAAGI/VJNkFkG9j7o/S220/%23%23.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S07cdRMVr5I/AAAAAAAAAPw/eQ3HQFoUGgM/s72-c/couple_by_falexx.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975729290629981642.post-4524717607528226077</id><published>2010-01-08T17:50:00.000-08:00</published><updated>2010-01-14T08:54:37.054-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='In Love'/><title type='text'>Runaway</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S0fgwqiRTCI/AAAAAAAAAPQ/SxSFArdxBtQ/s1600-h/tuna_II_by_denizaybar.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S0fgwqiRTCI/AAAAAAAAAPQ/SxSFArdxBtQ/s320/tuna_II_by_denizaybar.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bisakah mereka mengatakan bilangan rindu yang kupunya ? Bisakah kau percaya pada apa yang mereka katakan itu ? Rindu seakan menempatkan manusia di sebuah perahu layar yang terombang-ambing hebat saat badai laut mendadak datang. Rasanya mual, juga takut. Ketakutan tak lagi bisa menjumpai daratan tempat berangkat dahulu. Lalu apakah aku bisa kembali ke daratan itu ? Dimana aku berangkat pergi dan kau berdiri memandangi punggungku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup kadang tak seperti yang ada di buku rancangan kita. Iya, aku tahu. Hidup memang sesuai dengan buku rancangan milik Tuhan. Oh, andai saja Tuhan bersedia membocorkan isi buku itu padaku, mungkin aku bisa mengantisipasi berbagai hal yang mungkin terjadi. Sayangnya jin selalu gagal mengintip buku itu, lalu dia kembali ke bumi dan mengabarkan berita-berita yang tak sepenuhnya benar. Sebab itu aku tak percaya ramalan. Itu hanya bualan jin yang gagal menembus penjagaan ketat malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak ingin pergi. Kau tak ingin aku pergi. Kita tak ingin berpisah. Tapi siapa yang tahu Tuhan telah merancang perpisahan ini untuk kita. Aku tak bisa bilang tidak, sebab aku tak ingin disebut makhluk durhaka. Kau tak bisa memaksaku bilang tidak, sebab kau terlalu mencintaiku. Meski cinta kita membutuhkan pengorbanan yang tak mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja aku plin plan, sebab aku memang selalu begitu. Aku tak ingin pergi. Sungguh tak ingin. Tapi aku pergi juga. Aku tahu mataku berlebihan menumpahkan air mata. Aku tahu kau terlalu berlebihan untuk menahan supaya air matamu tak jatuh berderai. Kau selalu ingin terlihat kuat bukan ? Tidak, kau memang kuat. Seperti seharusnya. Seperti yang selalu kuharap. Kekuatan hatimu itulah salah satu yang kucinta. &lt;br /&gt;Ini entah hari keberapa, aku lelah menghitung. Ratusan jumlahnya, dan kita belum juga berjumpa. Bisakah cinta bertahan di tempatnya semula, sementara kau semakin menjelma bayang-bayang. Mana bisa aku memelukmu, lalu bersandar di dadamu seperti sebelumnya. Saat hatiku resah entah karena apa, dan dadamu memberiku kenyamanan serupa secangkir coklat panas. Kini hatiku resah melebihi yang dulu pernah kurasa. Badai datang mendadak. Porak segala tatanan di dalamnya. Termasuk kata-kata penghiburan yang sering kau bisikkan dari jauh itu. Aku tak lagi bisa menunggu. Aku harus berbuat sesuatu untuk menjadikanmu nyata kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti malam aku akan melaksanakan rencana itu, mungkin bersama Ratih dan Irna. Kemarin kami sudah menyepakati strategi itu. Lalu segalanya akan berjalan lancar. Mereka tak akan sadar sampai kemudian fajar mengusir gelap, lalu seorang sipir wanita akan berteriak menggemparkan seluruh lorong bahwa tiga narapidananya kabur. Demi Tuhan, kami tak akan kabur selamanya. Hanya sebentar. Aku hanya ingin melihatmu menjadi sosok yang nyata, bukan sekedar bayang-bayang semata. Sekedar memastikan bahwa cinta masih ada di tempatnya, belum bergeser seinci pun. Lalu aku akan tenang. Berjalan kembali ke penjara dengan riang, seperti seorang anak yang pulang ke rumah setelah lelah bertamasya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975729290629981642-4524717607528226077?l=frasalina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frasalina.blogspot.com/feeds/4524717607528226077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8975729290629981642&amp;postID=4524717607528226077&amp;isPopup=true' title='19 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/4524717607528226077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/4524717607528226077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frasalina.blogspot.com/2010/01/runaway.html' title='Runaway'/><author><name>Lina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08380247353798291243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/SuU2Kz_UwtI/AAAAAAAAAGI/VJNkFkG9j7o/S220/%23%23.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/S0fgwqiRTCI/AAAAAAAAAPQ/SxSFArdxBtQ/s72-c/tuna_II_by_denizaybar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975729290629981642.post-8315733376994292840</id><published>2009-12-05T21:15:00.000-08:00</published><updated>2010-01-14T08:57:35.853-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Household'/><title type='text'>Diduakan</title><content type='html'>Rapat kantor dengan klien yang mengharuskan saya mengunjungi komplek makan di daerah Tebet itu. Ketika saya keluar dari salah satu tempat makan di sana, mata saya menangkap sosok wanita yang sudah saya akrabi, bahkan dari sisi belakangnya sekalipun. Dia sedang berjalan menjauh melintasi halaman parkir. Jantung saya serasa berhenti, menyaksikan dia bergelayut manja pada laki-laki yang tak lebih tinggi dari saya. Segera saya berlari dan masuk ke mobil yang terparkir tak jauh dari tempat saya berdiri. Rasa penasaran menahan saya beberapa lama di dalam mobil, menunggu mereka keluar dari komplek ini. Dugaan saya tepat, mobil mereka melintas di depan saya. Tawa wanita di dalam mobil itu serupa silet yang menyayat perlahan hati saya. Sedemikian riangnya dia bersama laki-laki lain itu, yang saya tahu adalah Zaki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------&lt;br /&gt;Jumat ini, saya sengaja pulang cepat. Jam 5 saya sudah sampai di rumah. Tidak gampang memang meninggalkan tanggung jawab di kantor sebelum semuanya terselesaikan. Tapi saya tahu, saya harus segera pulang, atau saya tak akan pernah bisa lagi melihat senyumnya yang menenangkan itu. Senyum yang akhir-akhir ini sudah jarang lagi saya nikmati. Saya yang terlalu sibuk, atau dia yang jarang lagi menyunggingkan senyum yang sama itu ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai mandi, saya menyalakan tv di ruang tengah. Tayangan di tv itu tak benar-benar saya perhatikan. Kejadian sore kemarin di Tebet kembali mengapung dalam ingatan. Senyumnya yang langka bagi saya, tetapi begitu murah dia berikan pada Zaki. Jantung saya memang sudah berdetak normal kembali, tetapi sakit di hati belum sembuh benar. Sepulang dari Tebet kemarin saya langsung meluncur ke kantor, berkutat dengan tumpukan file yang tidak saya sentuh selembar pun. Pikiran saya meracau, menimbulkan suara-suara nyaring di kepala. Kadang saya mendengar tawa mengejek, kadang tangisan yang melolong, kadang hanya bisikan angin yang menyuruh saya bersabar. Bosan mendengar suara-suara itu, saya pun pulang saat bulan tepat berada di puncak langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Loh, Pa. Kok sudah pulang ?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang saya lihat di Tebet bersama Zaki kemarin kaget melihat saya sudah duduk manis di depan tv. Dia meletakkan handbag dan kantong belanjaan di atas meja makan. Saya menyunggingkan senyum, mungkin dengan level ketulusan yang minim. Dia pun menghampiri saya, mencium tangan saya seperti biasanya, lalu duduk di samping saya. Dia mengeluhkan harga-harga yang beranjak naik, mengeluhkan kemacetan di hari Jumat, mengeluhkan banyak hal yang tak satupun ingin saya bahas. Tangan kiri saya menggenggam tangan kanannya, dia terhenyak. Seolah itu adalah hal pertama yang pernah saya lakukan. Mulutnya mengatup, matanya menyiratkan tanda tanya tapi tak pernah dikatakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rania….” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyebut namanya. Sudah lama saya tidak menyapanya dengan panggilan itu, sejak saya mengucapkan janji pada Tuhan untuk menjadi imam baginya, menjadi pendamping setianya di saat suka dan duka. Sekarang saya tersentak sendiri mengingat janji itu, apakah iya saya selalu mendamping Rania di saat suka dan dukanya. Jangan-jangan tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rania, yang rambutnya masih setebal dan sehitam dahulu memandang saya ragu. Sepertinya dia menangkap sesuatu yang tak wajar. Mungkin sekarang dia sudah tahu kemana saya akan mengarahkan pembicaraan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rania, jika aku adalah sahabatmu yang dulu, dan sekarang sedang bertanya padamu, apakah kau bahagia dengan pernikahanmu, apa jawabanmu ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya saya. Dia tak mampu melawan tatapan mata saya. Matanya beralih memandang obyek lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa kekurangan suamimu, Rania ? Jujurlah padaku, anggap aku bukan suamimu. Anggap saja aku sahabatmu, tempatmu mengeluh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memohon. Rania merasa tak nyaman dengan situasi ini, namun dia tak berusaha lari. Dia masih di sini, di situasi yang sama. Bola matanya yang dulu memikatku bergerak-gerak. Air mata mengalir perlahan. Tapi dia tak terisak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas, apa maksudmu ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanyanya bingung. Tidakkah dia tahu, saya lebih bingung darinya. Saya sang lelaki, berusaha sekuat tenaga mengalahkan ego dan gengsiku saat bertanya itu padanya. Saya sang lelaki yang terluka dan cemburu saat melihat istrinya menghabiskan waktu dengan lelaki lain tanpa sepengetahuannya, juga bingung menyuarakan sakit hati tanpa menghakimi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tahu, tentang Zaki. Kemarin aku melihatmu di Tebet saat aku rapat di sana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengangguk. Kali ini dia merosot dari sofa, seperti kain tanpa kekuatan. Tangannya memegang kedua lututku. Wajahnya menunduk di sana, air mata tumpah menetes di lantai tanpa karpet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maafkan aku, Mas.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang dia terisak. Saya menanyai diri sendiri, apakah dia akan kumaafkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang membuatmu tidak bahagia dengan pernikahan kita ?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanya dengan ketakutan yang mendadak mengunjungi di sudut ruangan serupa hantu tanpa wujud. Hitam dan mengancam. Sata mendengar dia menarik napas panjang, lalu menghembuskannya tidak jauh dari tungkai kakiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku…aku, aku hanya merasa kauabaikan, Mas. Tak pernah benar-benar kaudengar.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata. Wajahnya sudah terangkat, mata basah itu menatapku. Ketakutan itu merangsek maju mendekatiku ditemani rasa bersalah yang mendadak datang siap menghantamku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada saat itu, Zaki secara kebetulan datang dan mau mendengarkan aku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya…Zaki memang tak pernah berhenti mengusik saya. Rania selalu menjadi targetnya, sejak kami masih sama-sama kuliah dulu. Sekarang, meski sudah ada Radit dan Rasya dia tak berhenti. Sedemikain terobsesinyakah dia pada Raniaku, ibu dari anak-anakku ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maafkan aku….” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujarku lirih, merasa berdosa karena sudah mengabaikannya. Aku mengelus rambutnya, khawatir dia akan benar-benar pergi meninggalkanku demi Zaki. Siapkah aku menjalani kesendirian tanpanya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau tak salah, Mas. Aku tahu kau sibuk, demi aku, demi anak-anak. Harusnya aku yang tahu diri. Aku istri yang durhaka.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menunduk lagi, mencium lututku yang gemetar. Rasa bersalah itu telah menghantamku kini, tepat di dadaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau ingin aku mence….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak, tidak, jangan ceraikan aku. Maafkan aku, aku masih mencintaimu. Aku teramat mencintaimu, dan teramat putus asa. Tak tahu lagi bagaimana cara mengatakannya padamu. Kau terlalu sibuk. Aku tidak menginginkan Zaki. Mungkin, aku hanya memanfaatkannya. Aku jahat, Mas. Padamu, dan pada Zaki. Tapi aku lebih mencintaimu dari siapapun. Maafkan aku…..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;______________&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975729290629981642-8315733376994292840?l=frasalina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frasalina.blogspot.com/feeds/8315733376994292840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8975729290629981642&amp;postID=8315733376994292840&amp;isPopup=true' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/8315733376994292840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/8315733376994292840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frasalina.blogspot.com/2009/12/diduakan.html' title='Diduakan'/><author><name>Lina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08380247353798291243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/SuU2Kz_UwtI/AAAAAAAAAGI/VJNkFkG9j7o/S220/%23%23.JPG'/></author><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975729290629981642.post-5948550714831600889</id><published>2009-11-23T16:40:00.000-08:00</published><updated>2010-01-14T08:58:02.020-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='In Love'/><title type='text'>Soulmate (Sekuel Seperti Venus)</title><content type='html'>Di kejauhan sana, titik-titik kuning menyala bergerombol di hamparan kegelapan. Kegelapan yang mengaburkan garis pemisah antara pantai dan langit. Titik-titik itu membentuk siluet perahu nelayan yang mungkin baru saja berangkat berburu ikan. Sungguh indah bagiku. Dua warna saling kontras, seperti lukisan dalam kanvas berlatar hitam pekat. &lt;br /&gt;Bis masih melaju menyusur pantai utara yang meramai saat malam. Kaca jendela memburam terkena titik hujan yang baru saja reda. Kapal itu semakin tergeser, dari kanan menuju kiriku, dan akhirnya menjadi sesuatu yang tak terlihat olehku. Begitulah waktu melenyapkan kamu. Kamu tentu masih ada, tetapi tak lagi bersisian denganku. Tak lagi dapat kulihat setiap saat. Namun masih terus kukenang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tujuh tahun yang lalu....&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Malam di pelosok ternyata lebih indah ya" Katamu, dulu, sewaktu kita masih teramat muda dan senang berkelana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa bedanya ?" Tanyaku. Lalu mulai mencari bagian mana yang indah di malam ini. Selain adamu yang begitu jujur berbagi cerita apa saja denganku. Membuat malam yang sunyi menjadi riuh oleh obrolan kita yang sering berubah topik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lihat saja itu." Kau mendongak, menghayati betul saat menatap titik-titik terang di hamparan langit maha luas. Aku mengiyakan dalam diam. Bintang di sini memang terlihat lebih terang. Tidak perlu berusaha keras bersaing dengan lampu-lampu jalan serta cahaya-cahaya dari gedung bertingkat seperti di kota besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di sini bintang terlihat lebih mentereng kan, dibanding lampu gedung-gedung tinggi di kota." Ternyata pikiranmu sejalan denganku. Ini bukan saat yang langka, saat kita memiliki pemikiran yang sejalan. Bahkan kadang telepati bukan sesuatu yang mustahil bagi kita. Seperti yang terjadi dua bulan yang lalu, saat dadaku tiba-tiba sesak. Ternyata kamulah penyebabnya, saat itu asmamu kambuh sehingga menyebabkan sesak di dadaku. Aneh ? Entah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau tahu ? Aku menikmati saat-saat berada di pedalaman ini. Meski tak ada sinyal dan listrik hanya nyala selama 12 jam setiap harinya." Kini tatapanmu beralih. Kali ini memandang sisi kanan wajahku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di sini memang lebih damai. Lagipula di sini kita bisa melihat banyak hal yang indah dan langka. Elang terbang rendah misalnya. Oya, dan bintang itu." Kataku.&lt;br /&gt;"Dan kamu." Kau nyaris berbisik. Aku mendengarnya, lalu menoleh melihat wajahmu yang berubah ekspresi mendadak. Aku, sebenarnya ingin memperpanjang topik satu itu. Tapi sesuatu seperti melarangku tiba-tiba. Tak usah saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hem, tapi...kalau disuruh tinggal di sini, aku akan berpikir ribuan kali dulu. Okelah aku suka di sini, tapi hanya beberapa bulan saja." Aku membuka ruang diskusi selepas jeda beberapa saat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau diam lagi. Aku tahu apa yang di benakmu. Tetapi aku memilih pura-pura tak tahu. &lt;br /&gt;"Penelitian kita akan berakhir minggu depan kan ya. Kita adain perpisahan yuk." Aku mencari topik lain. Tidak ada respon menyenangkan darimu. Kau hanya mengangguk saja. Tak ada diskusi panjang lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara bulan sudah naik ke atas. Malam makin tua. Pagi di ujung sana. &lt;br /&gt;"Sudah larut. Aku mau tidur saja." Kataku sambil beranjak dari teras rumah panggung itu. Tempat aku dan dua orang teman perempuanku menginap. Sementara kamu dan empat teman laki-laki yang lain menginap di rumah panggung sebelah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau juga berdiri. Menahanku sejenak dengan badanmu yang menjulang itu. Menghalangiku yang akan melangkah ke dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau tahu, sekarang aku sedang ketakutan ?" Tanyamu. Aku tak mengerti. Kau bukan tipe penakut pada apapun. Termasuk pada maut sekalipun. Dan pertanyaanmu itu membuatku tersenyum saat itu. Akhirnya kau merasa takut juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Takut pada apa ?" Tanyaku sekilas, sambil menguap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Takut jatuh cinta padamu." Katamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataku yang tadi sempat meredup, kini membelalak. Aku ternganga. Lalu memandangimu, mencari keseriusan di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan...." Kataku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan sampai." Lanjutku. Lalu aku membuka handle pintu dan masuk ke dalam dengan pertanyaan-pertanyaan nyinyir di kepalaku yang enggan kujawab saat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatanku kembali ke tempatnya. Bus masih melaju menembus gelap. Bintang di luar tak tampak. Kamu di ingatanku sekarang. &lt;br /&gt;Aku tak tahu, mengapa dulu aku mencegahmu untuk jatuh cinta padaku. Mungkin karena ketakutanku semata. Karena aku takut merusak perasaan paling murni yang kumiliki, kasih sayang tanpa tendensi yang telah tumbuh sejak pertama aku mengenalmu. Saat ospek di kampus kita. Sejak awal, aku tahu tak akan sanggup mencintaimu, sebab yang kumiliki lebih dari cinta. &lt;br /&gt;Lagipula kita terlalu sama dalam banyak hal. Aku butuh seseorang yang berbeda, yang menggenapiku. Bukannya sama persis denganku. Dan itu bukan kamu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975729290629981642-5948550714831600889?l=frasalina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frasalina.blogspot.com/feeds/5948550714831600889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8975729290629981642&amp;postID=5948550714831600889&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/5948550714831600889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/5948550714831600889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frasalina.blogspot.com/2009/11/soulmate-sekuel-seperti-venus.html' title='Soulmate (Sekuel Seperti Venus)'/><author><name>Lina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08380247353798291243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/SuU2Kz_UwtI/AAAAAAAAAGI/VJNkFkG9j7o/S220/%23%23.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975729290629981642.post-8716653294385495086</id><published>2009-11-11T17:46:00.000-08:00</published><updated>2010-01-14T08:58:24.353-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='In Love'/><title type='text'>Seperti Venus (1)</title><content type='html'>Fiksi (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia seperti Venus. Venus yang kadang terlihat jelas di langit timur kala subuh. Kadang seolah tak tampak meski dia tak pernah menghilang. Di lain waktu, dia akan terlihat kala senja di langit barat. Mengintip di sebalik matahari yang meredup. Dia begitu indah meski jauh. Mungkin justru begitulah caranya menjadi indah, dengan membentangkan jarak ribuan mil yang mustahil dapat kutempuh. Begitu pula perempuan itu, yang sebenarnya selalu ada di sekitarku namun tak pernah benar-benar dekat. Aku tak pernah tahu, alasan apa yang mendasarinya hingga dia sedemikian kukuh mempertahankan jarak denganku. Padahal kami selalu terlibat dalam proyek yang sama. Selama ini hubungan kami memang baik. Namun aku merasa sama sekali tak pernah benar-benar mengenalnya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kadang aku ingin memanggilmu Venus saja.“ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kataku suatu sore. Saat itu kami sedang membereskan laporan perjalanan di gazebo depan kolam renang. Dia hanya melihatku sekilas, lalu kembali sibuk menggerakkan jarinya di keyboard. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau indah saat jauh.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melanjutkan kata-kataku. Tak peduli dengan tanggapannya yang sok dingin itu. Sore ini terlalu sepi jika dilalui hanya dengan melihatnya mengerjakan laporan. Aku lebih memilih menyelesaikan laporan itu besok saja, di rumah. Besok masih hari Minggu. Sore ini, aku ingin merayakan kegembiraanku karena berhasil satu tim dengannya. Artinya, aku akan sering berada di dekatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku berniat mengajak dia bersantai sambil menikmati secangkir kopi. Namun ternyata keahlianku merayu tak berlaku baginya. Lihat saja, sekarang dia sedang asyik sendiri dan mengabaikanku. Jadi, aku pun akan terus membuatnya terusik sampai dia menutup notebooknya itu lalu menyimakku penuh perhatian sambil berkata,lanjutkan sayang. Sebutlah aku tukang khayal, toh memang hal itu mustahil terjadi.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Venus juga begitu bukan. Begitu indah saat kau mengamati dari kejauhan. Namun ketika astronot mendekatinya, yang terlihat hanya kawah-kawah dan permukaan yang kering dan sangat panas. “ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berkeras melanjutkan lagi kata-kataku tadi. Siapa tahu kali ini berhasil mengusiknya. Nyatanya di hanya melirikku sekilas tanpa menghentikan gerakan jarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau mengerikan jika sudah dekat begini. Apatis, dingin dan sungguh angkuh. Terbuat dari apa sebenarnya hatimu ? Tidak adakah sedikit saja hormon estrogen di tubuhmu ? Kau tampak militan dalam balutan blazer hitam kakumu yang biasa kau pakai, sangat menunjang kemaskulianmu itu. Mengapa tak sesekali kau ganti kostum itu dengan sesuatu yang cerah. Oranye misalnya. Oho, kau mungkin akan terlihat seperti….well, tulip mungkin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Tuhan, aku terjebak di sore yang seharusnya indah, bersama perempuan gila kerja. Seharusnya dia tidak usah sengoyo itu mengerjakan laporan perjalanan kami. Seharusnya aku dan dia duduk berhadapan menghirup aroma kopi sambil saling bertatapan mesra. Tidak bisakah dia santai sejenak saja, menikmati hidup tanpa menghiraukan urusan kantor. Reina dan Zul saja sedang asik berburu oleh-oleh ditemani teman-teman dari cabang. Mereka juga pasti akan menyempatkan diri untuk mencicipi ikan bakar paling lezat di Surabaya ini. Membayangkannya saja sudah meleleh air liur ini. Sementara aku, entah mengapa malah memilih menunggui perempuan ini, tidak digubris pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dulu astronomer kuno pernah terkecoh, menyangka venus itu adalah dua planet yang berbeda. Mereka menamakan Phosphorus untuk venus yang terlihat saat pagi, dan Hesperus untuk venus yang terlihat saat sore. Aha, ternyata planet yang disangkanya berbeda itu adalah venus yang sama. Pandai bukan, dia mengecoh orang. Kau juga sering begitu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin ingin aku meracau, tak peduli dipedulikan atau tidak. Toh, aku sudah terlanjur diabaikan dari tadi. Meskipun diabaikan begini, aku tak menyesali keputusanku untuk tidak ikut bersama Reina dan Zul. Setidaknya, aku masih berkesempatan merangkum segala yang ada padanya dalam satu kata; indah. Indah yang membuatku berpaling dari segala hal selain dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau tahu, kenapa venus seolah misterius ? Astronomer kesulitan melihat permukaannya dengan teleskop optik paling canggih sekalipun. Ada awan tebal yang tersusun dari asam sulfur. Awan yang tak bisa ditembus oleh cahaya tampak. Sama sepertimu bukan ? Ada sesuatu, entah apalah namanya itu. Awan. Kabut. Entahlah, kau sama misteriusnya dengan venus kan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kataku lagi. Dia berhenti sekarang. Merapikan kertas-kertas yang berantakan, memasukkannya ke dalam map yang satu, lalu mengeluarkan kertas-kertas dari map lainnya. Notebooknya masih menyala. Lirih kudengar Only If milik Enya dari sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Do, aku lapar. Sebaiknya kauhentikan dongeng venusmu itu, lalu pergilah mencari seseorang yang bisa memberi kita makan. Apapun itu. Kau yang memilih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hei, kau dengar sendiri, kan. Itu salah satu bentuk keangkuhannya. Tidak ada kata, please Do, atau tolong Do, atau maukah kamu, ah. Selalu kalimat perintah. Dia memerintahku ? Hei, jangan kau kira aku sakit hati atau tersinggung. Dia sudah biasa begitu. Lagipula jika dilihat dari hierarkis jabatan, levelnya memang di atasku. Well, tapi dia begitu bukan karena hierarkis jabatan kok, aku tegaskan sekali lagi, dia memang begitu. Tidak memiliki gaya berkomunikasi yang bagus. Tidak pandai berbasa-basi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang kukatakan tentang venus tadi bukan dongeng, itu ilmiah. Fakta. Jangan kausepelekan pengetahuan astronomiku, dong.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protesku, sambil beranjak dari duduk. Dia tersenyum miring. Matanya masih tak beralih dari kertas-kertas itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tahu, NASA kan yang menceritakan itu padamu. Well, okelah. Analogimu tentang venus dan aku itu, yang kusebut dongeng. Kau terlalu mengada-ada. Kau bilang aku misterius lah, indah jika jauh lah, apa bukan dongeng itu namanya. “ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata dia tadi menyimak racauanku. Kupikir dia lebih memilih tenggelam dalam Microsoft Word-nya itu. Ada kegembiraan tersendiri menyusupiku. Ada senyum yang merekah di wajahku, aku yakin itu. Tak bisa kusembunyikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baguslah, setidaknya kau mendengarku tadi. Kupikir aku tadi bicara sama patung Roro Jonggrang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengatakan itu sebelum pergi mencari sesuatu untuk dimakan. Dia tertinggal di sana sendiri. Aku mendengar Enya lagi. Kali ini Ebudae yang sedang terdengar. Aku sempat berhenti sepersekian detik. Perempuan itu, dan Ebudae dalam sore yang lengang, sungguh menciptakan sensasi yang menggetarkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975729290629981642-8716653294385495086?l=frasalina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frasalina.blogspot.com/feeds/8716653294385495086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8975729290629981642&amp;postID=8716653294385495086&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/8716653294385495086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/8716653294385495086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frasalina.blogspot.com/2009/11/seperti-venus-1.html' title='Seperti Venus (1)'/><author><name>Lina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08380247353798291243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/SuU2Kz_UwtI/AAAAAAAAAGI/VJNkFkG9j7o/S220/%23%23.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975729290629981642.post-709859024625583404</id><published>2009-11-11T03:33:00.000-08:00</published><updated>2010-01-14T08:59:00.289-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memories'/><title type='text'>Bintang</title><content type='html'>July 31st, 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keterdiaman aku bertanya, mengapa bintang dan kita teramat jauhnya.&lt;br /&gt;Hanya sinarnya yang sampai setelah menempuh ribuan tahun cahaya.&lt;br /&gt;Lantas dalam keterdiaman aku merasa teramat berjarak dengannya.&lt;br /&gt;Menerbitkan ingin yang hanya dibawa angin dalam mimpi tanpa judul :&lt;br /&gt;Betapa aku ingin menggegamnya dalam damai memiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Namun siapa memiliki siapa, toh kita sebenarnya tak pernah memiliki apaapa.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arkian,&lt;br /&gt;Aku menatap dalam keterpesonaan penuh. Bahwa jaraklah yang membuat bintang terlihat indah.&lt;br /&gt;Mungkin lebih baik dia tetap di kejauhan sana. Menjadi indah sebab jauh tak tertempuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975729290629981642-709859024625583404?l=frasalina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frasalina.blogspot.com/feeds/709859024625583404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8975729290629981642&amp;postID=709859024625583404&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/709859024625583404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/709859024625583404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frasalina.blogspot.com/2009/11/bintang.html' title='Bintang'/><author><name>Lina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08380247353798291243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/SuU2Kz_UwtI/AAAAAAAAAGI/VJNkFkG9j7o/S220/%23%23.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975729290629981642.post-2974651130060647215</id><published>2009-11-09T21:11:00.000-08:00</published><updated>2010-01-14T08:59:23.000-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='In Love'/><title type='text'>Ketika Itu,</title><content type='html'>June 30th, 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu, matanya menetap di wajahmu&lt;br /&gt;Begitu lama hingga kau tersipu. Melayu seperti dedaun turi disapa senja&lt;br /&gt;Lantas dia bersuara sungguh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;; engkau cantik. tidak seperti siapa-siapa. seuntuh kamu. tanpa lipstick. tanpa maskara. tanpa perona. seindah bunga dalam warna aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia bersungguh. mungkin bersungguh. semoga bersungguh. agar kau tak lagi blingsatan memilih seperangkat alat bersolek. agar kau tak lagi tertipu berbagai merek.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975729290629981642-2974651130060647215?l=frasalina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frasalina.blogspot.com/feeds/2974651130060647215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8975729290629981642&amp;postID=2974651130060647215&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/2974651130060647215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/2974651130060647215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frasalina.blogspot.com/2009/11/ketika-itu.html' title='Ketika Itu,'/><author><name>Lina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08380247353798291243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/SuU2Kz_UwtI/AAAAAAAAAGI/VJNkFkG9j7o/S220/%23%23.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975729290629981642.post-6501503675708157474</id><published>2009-11-09T20:56:00.001-08:00</published><updated>2010-01-14T08:59:49.564-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memories'/><title type='text'>HUJAN</title><content type='html'>Hujan&lt;br /&gt;June 30th, 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore di halaman rumah ibu,&lt;br /&gt;aku menyambutmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[ hujan belum menetas, masih mendengkur di rahim mendung ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;engkau berjaket biru berkaos biru tanpa sepatu&lt;br /&gt;membawa senyum yang kurindu berminggu-minggu. lalu bertanya : apa kabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[ langit menjawab singkat, plass !!! petir menyalak segalak anjing. hujan terlahir. bumi menyenandungkan penyambutan. selamat datang bayi-bayi langit. akan kutimang dalam embanan sang tanah yang rekah lagi hangat ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hujan membasahkanmu. menunda jawabanku. haruskah kujawab. engkau menerobos ke rumah. mengibas jaket basah. apa kabarmu, kau bertanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku pasi. lalu lirih berkata ; aku akan mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;matamu menyipit. hujan di sana. hujan yang berbeda dari mendung yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi aku tak kan mati, hanya jika engkau ingin aku hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[ hujan di semesta meriangkan satwa mengundang bianglala. tidak hujan di matamu yang melayukanku dalam kegelisahan ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu, kau menyimpanku dalam pelukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[ hujan kian menggila, sore sedemikian dinginnya ]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975729290629981642-6501503675708157474?l=frasalina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frasalina.blogspot.com/feeds/6501503675708157474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8975729290629981642&amp;postID=6501503675708157474&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/6501503675708157474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/6501503675708157474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frasalina.blogspot.com/2009/11/hujan.html' title='HUJAN'/><author><name>Lina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08380247353798291243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/SuU2Kz_UwtI/AAAAAAAAAGI/VJNkFkG9j7o/S220/%23%23.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975729290629981642.post-6661404170136893935</id><published>2009-11-08T09:01:00.000-08:00</published><updated>2010-01-14T09:01:16.700-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Truth Way'/><title type='text'>Menunggu Subuh</title><content type='html'>memanjat malam yang kian renta. bulan tak tampak purnama. gelap di luar sana. bintang berlomba memuja tuhan. langit meluas menanti doa dipanjatkan. harusnya aku segera menggelar sajadah. berbincang mesra dengan Kekasih. tetapi aku selalu tak berdaya. tak ada kafein yang menguatkanku. sementara subuh masih jauh di sana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975729290629981642-6661404170136893935?l=frasalina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frasalina.blogspot.com/feeds/6661404170136893935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8975729290629981642&amp;postID=6661404170136893935&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/6661404170136893935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/6661404170136893935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frasalina.blogspot.com/2009/11/menunggu-subuh.html' title='Menunggu Subuh'/><author><name>Lina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08380247353798291243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/SuU2Kz_UwtI/AAAAAAAAAGI/VJNkFkG9j7o/S220/%23%23.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975729290629981642.post-617457867989557580</id><published>2009-11-08T08:38:00.000-08:00</published><updated>2010-01-14T09:01:39.876-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Household'/><title type='text'>Saat berangkat</title><content type='html'>Berharap banyak pada detik-detiknya agar melambat menuju pukul enam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi siapa aku yang bisa memohon waktu menahan lajunya. Meski cuma satu jam saja. Maka, tak kusiakan waktu yang kupunya, untuk menggambar wajahmu pada lembaran ingatan yang kuharap bisa bertahan lama. Tanpa krayon, tentunya. Kau pun bertanya, mengapa kau memandangku seperti itu. Aku hanya menggeleng, alasan apa yang bisa kuungkapkan meskipun sebenarnya aku punya alasan bagus untuk memandangimu terus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kau bergerak, mulai berkemas. Ah, ritual ini yang paling kubenci. Ketika kau pergi tanpa aku. Menyaksikanmu memasukkan satu-satu pakaian ke dalam ranselmu yang mulai menggembung, membuatku merasa semakin menyusut. Betapa aku ingin menyusup diantara lembaran pakaian itu. Mengikuti kepergianmu dan mengejek rasa rindu yang bahkan saat ini pun telah mengawasiku dari jauh. Rindu itu, yang tertawa di kejauhan. Sebentar lagi pasti akan menghinggapiku, saat kau keluar dari gerbang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya aku semakin menyusut, saat kau mengecek tiket. Itu tandanya kau akan segera berangkat. Untuk beberapa saat aku ingin mengabaikan waktu, menikmati saat kau mengecupku seperti biasanya. Aih, tapi waktu memang selalu berisik, mengingatkan kita ini itu, mengingatkanmu untuk segera berangkat. Setelah mengucap salam perpisahan kau pun melambaikan tangan lalu melangkah menjauh. Aku masih menatap sosokmu sampai lenyap di kelokan. Pada saat itulah rindu segera menyergapku sambil tertawa riang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975729290629981642-617457867989557580?l=frasalina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frasalina.blogspot.com/feeds/617457867989557580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8975729290629981642&amp;postID=617457867989557580&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/617457867989557580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/617457867989557580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frasalina.blogspot.com/2009/11/saat-berangkat.html' title='Saat berangkat'/><author><name>Lina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08380247353798291243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/SuU2Kz_UwtI/AAAAAAAAAGI/VJNkFkG9j7o/S220/%23%23.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975729290629981642.post-1106389171718563460</id><published>2009-11-08T03:59:00.000-08:00</published><updated>2010-01-14T09:02:19.553-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memories'/><title type='text'>Ngilu</title><content type='html'>kupandangi engkau. tanpa bosan. tak pernah bosan memang. justru waktu serasa semakin menciut. melecut kita pada detik itu. saat engkau melambai pergi. dan kutatap sosokmu yang lantas lenyap di kelokan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepi itu serupa martil, bukan. memalu hati sampai ngilu. tanpamu begitu sepi. begitu ngilu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wajahmu memang masih tertinggal dalam ingatan yang melulu tentang kita. dan cinta yang manis. serta selalu membuat rindu. rindu itu. rindu ini. rindu yang sekarang membekapku. dalam sunyi serta hati ngilu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975729290629981642-1106389171718563460?l=frasalina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frasalina.blogspot.com/feeds/1106389171718563460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8975729290629981642&amp;postID=1106389171718563460&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/1106389171718563460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/1106389171718563460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frasalina.blogspot.com/2009/11/kupandangi-engkau.html' title='Ngilu'/><author><name>Lina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08380247353798291243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/SuU2Kz_UwtI/AAAAAAAAAGI/VJNkFkG9j7o/S220/%23%23.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975729290629981642.post-256329810161479315</id><published>2009-11-06T02:03:00.000-08:00</published><updated>2010-01-14T09:03:01.924-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memories'/><title type='text'>Ambigu</title><content type='html'>pada sore yang lugu. saat langit kelabu. dan aku. dan kamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak lagi mampu menyuarakan kata. saling berbahasa dalam senyap. barangkali aku salalu salah mengartikan. sebab ambigumu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cinta itu entah kemana. mungkin menyusup di sela sela hari yang monoton. apa gunanya kita di sini. saling sepi dan menarik diri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975729290629981642-256329810161479315?l=frasalina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frasalina.blogspot.com/feeds/256329810161479315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8975729290629981642&amp;postID=256329810161479315&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/256329810161479315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/256329810161479315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frasalina.blogspot.com/2009/11/ambigu.html' title='Ambigu'/><author><name>Lina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08380247353798291243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/SuU2Kz_UwtI/AAAAAAAAAGI/VJNkFkG9j7o/S220/%23%23.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8975729290629981642.post-4192824110752401512</id><published>2009-11-05T19:31:00.000-08:00</published><updated>2010-01-14T09:04:07.267-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Happening Life'/><title type='text'>Drama hari ini</title><content type='html'>masih saja mereka saling mengelak. mengaku diri paling jujur. tidakkah mereka teringat tuhan tahu segalanya. buat apa berkata dusta. &lt;br /&gt;sementara, &lt;br /&gt;di luar sana aksi masih digelar. menuntut hal paling mewah di jaman tempat segalanya bisa dimanipulasi. kejujuran yang entah pergi kemana meninggalkan hati para pemeran utama di opera nyata ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merenung dan tertawa satir. bagaimana nanti anak-anak kita mempelajari kebenaran universal. saat hitam dan putih ditukar-tukar sesusai keinginan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8975729290629981642-4192824110752401512?l=frasalina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frasalina.blogspot.com/feeds/4192824110752401512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8975729290629981642&amp;postID=4192824110752401512&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/4192824110752401512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8975729290629981642/posts/default/4192824110752401512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frasalina.blogspot.com/2009/11/masih-saja-mereka-saling-mengelak.html' title='Drama hari ini'/><author><name>Lina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08380247353798291243</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_ErdSJBNeD7c/SuU2Kz_UwtI/AAAAAAAAAGI/VJNkFkG9j7o/S220/%23%23.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
